LPPM UMPAR Sukses Gelar Workshop Pengukuran TKT dan Penyusunan RAB Penelitian & Pengabdian Kepada Masayarakat
Parepare, 25 November 2025. Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR)
sukses menyelenggarakan Workshop Pengukuran Tingkat Kesiapterapan Teknologi
(TKT) dan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis LPPM dalam
meningkatkan kualitas proposal dosen sekaligus menjawab tuntutan peningkatan
kompetensi penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Workshop menghadirkan
narasumber nasional, Prof.Dr.Ir. Muji
Setiyo,S.T.,M.T., dosen Universitas Muhammadiyah Magelang yang dikenal
aktif di berbagai riset nasional dan internasional. Beliau juga tercatat dalam daftar
bergengsi World’s Top 2% Scientists, yaitu pemeringkatan ilmuwan paling
berpengaruh di dunia yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan
Elsevier. Keberadaan Prof. Muji sebagai pemateri memberikan nilai tambah yang
signifikan dan menjadi daya tarik utama bagi peserta workshop.
Kegiatan ini diikuti
dengan antusias oleh dosen-dosen UMPAR dari berbagai fakultas serta peserta
dari luar kampus, termasuk dosen dari Institute Andi Sappada Parepare,
Universitas Muhammadiyah Tanggerang, Universitas Muhammadiyah Maluku,
Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang,
Universitas Muhammadiyah Buton dan beberapa institusi pendidikan lainnya.
Partisipasi lintas kampus ini menunjukkan tingginya minat terhadap penguatan kualitas
penelitian dan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi di wilayah Sulawesi
Selatan. Dalam penyampaiannya, Prof Muji Setiyo menjelaskan bahwa pengukuran
TKT merupakan elemen fundamental untuk memastikan bahwa sebuah teknologi atau
produk penelitian berada pada tingkat kesiapan yang tepat sebelum diajukan pada
pendanaan penelitian atau diusulkan untuk implementasi. Beliau memaparkan
langkah-langkah penilaian TKT secara terstruktur, mulai dari analisis
kebutuhan, bukti pendukung setiap level TKT, hingga strategi meningkatkan level
kesiapan teknologi.
Selain itu, pada sesi
penyusunan RAB, Prof. Muji memberikan panduan praktis mengenai bagaimana
membuat perencanaan anggaran yang efisien, transparan, dan sesuai dengan
ketentuan pendanaan nasional seperti DPPM maupun program internal kampus.
Beliau menekankan pentingnya keselarasan antara tujuan penelitian, metode, dan
alokasi biaya. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya
peneliti menghindari penganggaran berlebih atau biaya yang tidak relevan,
karena hal tersebut sering menjadi penyebab proposal ditolak.
Ketua LPPM UMPAR dalam
sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Prof. Muji dan seluruh peserta. Ia
menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LPPM UMPAR untuk
terus meningkatkan ekosistem penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian di
lingkungan kampus. “Kehadiran pemateri dengan reputasi internasional tentu
menjadi inspirasi bagi dosen-dosen kami. Kami berharap workshop ini dapat
menghasilkan dampak nyata berupa peningkatan kualitas proposal dan
produktivitas penelitian di tahun-tahun mendatang,” ujar beliau. Beliau juga
menyampaikan bahwa LPPM akan terus mendorong kolaborasi riset antaruniversitas,
terutama perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta perguruan tinggi
lokal untuk memperkuat kontribusi ilmiah wilayah Parepare dan sekitarnya.
Dengan terselenggaranya
workshop ini, UMPAR berharap dapat mencetak lebih banyak proposal penelitian
dan pengabdian yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi peningkatan kualitas riset
yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
