Rumah Panrita Naik Kelas! UMPAR Dorong UMKM Kopi Go Digital dan Legal
Suasana berbeda terasa di Desa Mallawa, Kabupaten Barru. Aroma kopi khas Enrekang bercampur dengan semangat belajar terpancar dari para pelaku UMKM yang berkumpul di Rumah Panrita. Pada hari itu, Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengusung misi besar: membantu usaha kopi lokal naik kelas melalui inovasi produk, pemasaran digital, dan penguatan legalitas usaha. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) kemdiktisaintek, serta difasilitasi oleh LPPM UMPAR. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara kampus dan masyarakat dalam mendukung UMKM berkembang secara berkelanjutan. Dalam pelatihan yang berlangsung pada 13 Juli 2025, peserta diajak untuk melihat usahanya dari perspektif baru. Mereka tidak hanya belajar menyeduh kopi dengan teknik barista untuk kebutuhan kopi kemasan botol, tetapi juga dikenalkan pada strategi digital marketing, mulai dari cara membuat akun toko online di Shopee, menyusun konten promosi di Instagram dan WhatsApp Business, hingga pentingnya konsistensi merek dalam visual kemasan. Tak kalah penting, peserta dibekali pengetahuan tentang dokumen legalitas usaha seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Legalitas ini menjadi gerbang untuk bisa menembus pasar yang lebih luas, termasuk retail modern dan marketplace nasional. “Selama ini kami hanya jual kopi bubuk biasa. Sekarang kami sudah mulai produksi kopi botol dan menjualnya lewat platform digital. Ilmunya sangat berguna,” ujar Faisal, pemilik Rumah Panrita, penuh antusias. Hasilnya pun nyata. Pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 20%, menandakan pelatihan ini benar-benar menyentuh kebutuhan peserta sehingga diharapkan hasil pelatihan dapat diterapkan oleh pelaku UMKM dalam usahanya sehinggga dapat meningkatkan pendapatan mereka.
selain sebagai ajang pelatihan dan pengabdian, kegiatan ini mengikutsertakan Dua mahasiswa Agribisnis UMPAR, Diana dan Wisarna, juga terlibat aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). kedua mahasiswa tersebut diajak untuk berpartisipasi langsung dan melihat bagaimana dunia UMKM serta kehadiran mahasiswa di harpkan dapat membantu dalam hal pemasaran digital Rumah panrita dan juga belajar mengenai manajemen produksi di suatu lokasi produksi.
Abd. Rahim, ketua tim pengabdian, menegaskan bahwa keberlanjutan program ini sudah dirancang melalui kemitraan jangka panjang dengan Rumah Panrita sebagai mitra binaan dan lokasi magang mahasiswa. "Kami ingin Rumah Panrita menjadi contoh bahwa UMKM desa pun bisa masuk ke pasar digital dengan percaya diri," ujarnya.
