blog Details

blog

Turun gunung pimpinan kampus tinjau pelaksanaan KKN

    Memasuki minggu-minggu terakhir pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara intensif, Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 24 Agustus 2025, di seluruh lokasi penempatan mahasiswa KKN yaitu kecamatan Baraka, Kecamatan malua dan Kecamatan Enrekang untuk wilayah kabupaten Enrekang, Kecamatan Pitumpanua dan Duampanua untuk Kecamatan Sidenreng Rappang dan Kecamatan bacukiki untuk wilayah Kota Parepare. Kegiatan monev ini bertujuan sebagai bentuk keseriusan LPPM untuk memastikan seluruh program kerja yang telah dirancang oleh mahasiswa dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dua program utama yang menjadi sorotan utama dalam evaluasi kali ini adalah digitalisasi desa sebagai bentuk implementasi Tema KKN Tahun 2025 yaitu digitalisasi Desa dan pengembangan produk berbasis lokal. Salah satu tim Monev LPPM Umpar menyatakan bahwa Monev ini merupakan bagian krusial dari siklus KKN. "Kami mau pastikan kalau program KKN ini benar-benar 'kena sasaran'. Apakah website desa yang dibuat sudah berfungsi? Apakah produk UMKM lokal yang dibina mahasiswa sudah ada kemajuan? Itu yang ingin kami lihat" ujarnya pada kegiatan pembuka monev Rabu (20/8/2025). Selain meninjau progres program kerja, tim Monev juga melakukan pemantauan terhadap kedisiplinan dan etos kerja para peserta KKN di lokasi masing-masing. Aspek ini dinilai penting untuk menjaga nama baik almamater dan memastikan mahasiswa menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab. Tim Monev yang diterjunkan tidak main-main. Tim ini terdiri dari jajaran pimpinan perguruan tinggi yang di wakili oleh Wakil Rektor bidang Akademik, pihak LPPM, serta tim kerja KKN yang terlibat langsung dalam pengelolaan teknis. Wakil Rektor 1, Prof Dr. Sriyanti Mustafa,S.Pd.,M.Pd sebagai salah satu tim Monev sekaligus Pimpinan Universitas yang melaksanakan monev di salah satu daerah terjauh yaitu Desa Bone-Bone Kecamatan Baraka, kabupaten enrekang berpendapat bahwa “kegiatan monev yg dilaksanakan LPPM sangat penting artinya untuk memantau kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di lapangan betul-betul telah sesuai tujuan dan luaran dari KKN serta tema yang diusung yaitu digitalisasi desa.” Keterlibatan pimpinan universitas dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan penuh dan keseriusan institusi terhadap keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, hasil dari Monev ini dapat memberikan masukan konstruktif bagi mahasiswa untuk memaksimalkan sisa waktu KKN mereka, serta menjadi bahan evaluasi strategis bagi LPPM untuk penyelenggaraan KKN di tahun-tahun mendatang.

Social Share :