Peneliti: Integrasi Wisata dan Kopi jadi solusi peningkatan pendapatan petani kopi
Sebuah penelitian kolaboratif yang melibatkan akademisi, pemerintah desa, dan komunitas lokal dilakukan di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang. Penelitian ini merupakan penelitian kompetitif nasional yang didanai oleh Pimpinan Pusat muhammadiyah melalui Program RISETMUH. penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan pendapatan petani kopi melalui integrasi potensi wisata alam sebagai media pemasaran produk kopi lokal. Latimojong, yang dikenal sebagai titik tertinggi di Sulawesi Selatan, selama ini menjadi daya tarik bagi pendaki dan pencinta alam dari berbagai daerah selain itu kehadiran objek wisata river tubbing yang mulai beroperasi pada tahun 2021, seharusnya menjadi salah satu pelung yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat terutama petani kopi.
Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Parepare menginisiasi pendekatan integratif yang menjadikan objek wisata menjadi bagian pelung pasar yang harus dimanfaatkan. “Kami melihat peluang besar untuk menjadikan wisata River Tubbing dan Pendaki Latimojong tidak hanya sebagai destinasi wisata dan petualangan, tetapi juga sebagai etalase kopi lokal yang mampu meningkatkan nilai jual produk petani,” ujar Abd. Rahim sebagai salah satu peneliti utama.
Penelitian ini melibatkan sejumlah petani kopi, pengelola wisata, serta mahasiswa. hasil perumusan strategi yang dilakukan oleh peneliti di temukan bahwa menjadikan kopi sebagai salah satu paket wisata adalah hal yang sangat mungkin dilakukan dan memiliki potensi yang sangat besar. menjadikan produk kopi sebagai salah satu hal yang di peroleh wisatawan yang berkunjung tidak hanya akan mendapatkan respon positif dari para wisatawan tetapi juga akan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kopi Latimojong ke pasar yang lebih luas. Selain itu dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa salah satu yang perlu untuk dilakukan dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kopi adalah melalui diversifikasi produk kopi serta melakukan pelatihan-pelatihan terhadap petani kopi sehingga dapat menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi dan diminati oleh pasar.
